Monday, December 2, 2019

Bernarkah Buta Huruf Tingkatkan Risiko Demensia ? Yuk Simak Disini

Buta Huruf

Demensia adalah sekumpulan penyakit, yang menyebabkan perubahan pada cara berfikir pasien. Kita mungkin lebih mengenal penyakit ini sebagai penyakit yang sering diderita orang tua, dimana mereka mulai kehilangan ingatan secara perlahan. 

Ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit demensia, namun peneliti terbaru mengatakan bahwa buta huruf menjadi salah satu faktor yang meningkatkan penyakit demensia.

Demensia Mempengaruhi Kemampuan Bersosialisasi


Penyakit demensia adalah sebuah penyakit dimana seseorang akan mengalami gejala seperti perubahan kepribadian, kehilangan ingatan, hingga berkurangnya kemampuan bernalar. Umumnya penyakit ini menyerang orang tua atau lansia, hal ini karena faktor usia yang menurunkan kemampuan berfikir secara perlahan. 

Selain faktor umur, nyatanya ada faktor lain yang dapat semakin meningkatkan kemungkinan terkena demensia. Dalam penelitian dari Universtias Columbia, mereka meneliti faktor yang mampu meningkatkan risiko demensia. 

Dalam penelitian tersebut menunjukkan mereka yang tidak pernah belajar membaca maupun menulis atau buta huruf, memiliki risiko tiga kali lebih besa untuk mengidap penyakit demensia. 

Koresponden yang dilakukan pada 983 peserta dengan usia rata-rata 70 tahun keatas, terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang memiliki kemampuan baca tulis, sedangkan pada kelompok kedua adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan menulis maupun membaca. 

Pada kelompok yang memiliki kemampuan baca tulis, setidaknya memiliki 4 tahun pengalaman sekolah.

Buta Baca Tulis Tingkatkan Riiko Demensia

Menurut sumber harapanrakyat.com, hasil penelitian yang dilakukan oleh Jennifer J. Manly, Ph.D peserta di awal penelitian tidak mengalami penyakit demensia. Setelah dilanjutkan 4 tahun kemudian, sebanyak 48% peserta buta baca tulis mengidap penyakit demensia. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan 27%, dari kelompok yang tidak buta baca tulis. 

Dari hasil penelitian yang dilakukan tersebut menunjukkan, mereka yang tidak memiliki kemampuan baca tulis, mendapat risiko lebih tinggi terkena penyakit demensia. 

Risiko ini tga kali lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang memiliki keterampilan untuk membaca dan menulis. Sehingga dapat dikatakan, pendidikan dasar sangatlah penting untuk kesehatan manusia.

Penemuan ini merupakan salah satu penelitian jangka panjang, yang mengikuti proses penuaan manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Manly ini, berimplikasi kepada kebijakan manusia. 

Khususnya dalam membuat perancangan dan mengimplementasikan kebijakan pendidikan, karena memang pendidikan sangat penting baik untuk kehidupan sosial maupun pada kesehatan manusia. 

Salah satu faktor yang membuat penurunan fungsi otak dengan cepat adalah, tingkat kognitif yang rendah akibat buta huruf. 

Dengan mempelajari membaca dan menulis, sangat membantu tingkat kognitif pada otak. Penelitian ini pun membuktikan jika efek buta baca tulis menjadi faktor yang cukup besar, untuk meningkatkan penyakit demensia. 

Pentingnya Pendidikan untuk Setiap Orang

Melihat besarnya faktor terkena penyakit demensia, membuat kita semakin sadar berapa pentingnya pendidikan dasar untuk setiap masyarakat. Sehingga upaya utuk memberikan pengetahuan membaca dan menulis, perlu diberikan sejak dini untuk menjaga otak agar selalu bekerja secara sehat. 

Pendidikan adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, bahkan berefek positif pada kesehatan otak dan tubuh. 

Pendidikan salah satu bentuk perilaku hidup sehat, dimana harus diterapkan dan diberikan untuk individu maupun keluarga. Dengan memberikan pengetahan baca tulis, dapat menghindari masyarakat dari buta huruf.

Dengan melek huruf, maka kita dapat meningkatkan kemampuan sosial serta mengasah otak menjadi lebih baik lagi. Tentu dengan adanya penelitian, memberikan bukti kepada pemerintah untuk memudahkan serta menyebarkan pendidikan untuk seluruh masyarakat. Jika pendidikan telah merata, maka kesejahteraan manusia dapat meningkat. 

Buta baca tulis tidak hanya membawa efek negatif pada kehidupan manusia, namun juga mempercepat seseorang terkena penyakit demensia. Mengimbangi perkembangan zaman yang semakin pesat, tentunya penyebaran pendidikan pun juga perlu semakin diperluas dan dipermudah. 

Dengan kemudahan teknologi di sekitar kita, seharusnya buta baca tulis harus dikurangi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seseorang yang terkena demensia, akan mengalami penurunan dari cara berbicara hingga cara berfikir secara perlahan. Umumnya memang penyakit ini diakibatkan oleh faktor umur, namun nyatanya buta baca tulis pun meningkatkan risiko demensia. 

Untuk menekan risiko penyakit ini, maka berikan pendidikan mulai dari membaca dan menulis kepada buah hati anda. 

0 komentar

Post a Comment